Excerpt from the other sight Time has wonderful way of showing us what really matters

Senin, 01 Juli 2024

Farewel to the hectics June


Juni menandai bulan terakhir musim semi di belahan bumi utara dan bulan terakhir musim gugur di belahan bumi selatan serta Antarktika, yang ditandai dengan Solstice Juni. Di tempatku ? Malah kemarau panjang dengan suhu yang panas hehe. Tapi hujan beberapa kali turun. Yah.. Daripada soal itu, aku lebih menyukai tentang sudah mulai menurunnya intensitas aktivitasku sih. Yang berarti aku sudah bisa melakukan hal yang kuinginkan, bepergian, melukis, bernyanyi misalnya. Yah.. Kita lihat nanti saja. 


Juni 24, 2024. Pagi-pagi aku sudah dikirimi bunga-bunga oleh Fahrezi dan Aden. Fahrezi tahu aku suka dengan bunga-bungaan. Jadi kalau dia sedang ‘punya’ atau menemukannya dia sering mengantarkannya padaku.. Aku tidak punya vas, jadi kusimpan dalam keler.

Hari ini kerjaan ‘normal’-ku selesai. Ini melegakan. Karena sebenarnya ini lebih menguras tenaga dan pikiranku daripada kerjaan lain yang biasa kulakukan. Aku banyak mengeluh tentang ini sih.. Kerjaan yang membuatku ‘diserang’ sana-sini. Tapi Syukur masih bisa kuselesaikan meskipun banyak kekurangan yang mesti diperbaiki.

Menemui Om Haris. Sahabatnya si Bapa sewaktu kuliah yang ngoceh terus gara-gara sulit menemuiku saat haol pesantren hehe. Lha iya kan aku juga ketemu dengan teman-temanku kalau sedang begini.. Tapi akhirnya kita ketemu di rumah Om Dedi, nyelang sebentar sebelum rapat. Aku memang cukup akrab dengan beberapa teman bapak, yah salah satunya Om Haris ini. Dulu Om Haris pernah sampai menghadiri salah satu agenda acara Safari Sastra dengan Yudhistira-ku yang pertama bersama anaknya Ivan Kelana.


Kami berfoto dulu sebelum aku pulang.


Juni 27, 2024. Kerjaan tahunan dengan Blackmock production yang dilead oleh Pa Rais selesai di hari ini. Setiap tahun klien kami bertambah, dan yang tahun ini kukira lebih banyak dari tahun sebelumnya. Selesai semua, Pa Rais mengajak tim untuk makan bersama. Kami memilih ramen ! Semoga tahun depan kami masih dipaparin rizki yang lebih banyak !

Aku memulai menggarap musikalisasi puisi berjudul Cipasung karya Acep Zamzam Noor. Setelah lama berhenti membuat lagu aku merasa agak kesulitan membuat hal seperti ini lagi. Pasti akan ada perbaikan disana-sini, tapi minimal bentuknya sudah mulai 'kelihatan'.

Juni 28, 2024. 'Kunjungan' dari 'keluarga lain'. Ngke ieu mah dicaritakeuna hehe. Tapi gara-gara begadang menggarap musik semalam sebelumnya aku malah ngahadir haha.


Juni 29, 2024.
Pergi ke Rengrang-Tanjung Jaya untuk membantu kerjaan Yudi Guntara dan Neng Mela. Hujan tidak berhenti sedari pagi, aku sampai tiga kali berteduh untuk sampai ke sana.

Ketemu Syifa. Teman lamaku, sekarang sedang hamil dan menuju lahiran.

Selesai dari Rengrang aku mengejar ke pernikahan saudaraku yang menikah dengan teman kerjaku. Acara pernikahan selesai pukul dua siang, dan aku berangkat pukul setengah satu dari Rengrang. Aku mengendarai motor dengan gila karena khawatir tidak kekejar pada acara. Tapi alhamdulillah masih sempat,

Ketemu Pa Jengot (Begitulah di rumah kami memanggilnya, tapi sekarang tanpa jengot haha) , teman ‘kenakalan’ si Bapa di acara pernikahan karena masih kolega. Pa Jengot sekarang tinggal di Bogor, jadi kami jarang bertemu, paling kalau lebaran saja, itupun kalau pulang. Katanya, Pa Jengot ini suka mengasuhku ketika aku kecil. Syukur ketemu dengan sehat, meski sudah keliatan aki-aki haha.

(Di Bandung) Sejak menjadi-sebagai Duta Baca Jawa Barat, Adikku hampir tiap akhir pekan maen ke hotel. Dala foto itu dia sedang bersama Sabrina Woro, istrinya Belva CEO ruangguru.

Pulang dari acara pernikahan aku beres-beres ruangan, karena berantakan sisa kerjaan hari terakhir. Selain itu tanaman-tanamanku di sana juga belum di siram. Aku melakukannya sampai hampir petang. Tapi dengan begini sekarang aku bisa meninggalkannya untuk ngencar lagi hehe.


Lagi, ada burung yang masuk dan terjebak di ruanganku. Aku mesti menangkapnya karena mesti yakin dia tidak terjebak, bisi mati di dalam. 

Juni 30, 2024. Minggu, hujan pagi. Pamalesan. Beginilah kerjaan si Kuyang dan si Ibu.

Siangnya aku membeli French-press sama si a Izoel. Beginilah kalau om-om belanja haha. Aduh huisku sudah mulai kelihatan.

Sedang di Seberang pulau Batam sana, Cucu si Ibu dan si Bapa mengikuti lomba mewarnai untuk pertama kalinya. Ngausah mikirin menang Suhay, yang penting senaaang. Karena kalau dibiasakan mendapat kemenangan nanti seperti bibi nya si Imoy yang dulu suka setress kalau tidak juara haha.

Hari terakhir di bulan Juni. Aku ke Amizoe Creatone. Aku meminta bantuan a Izoel untuk membantuku merekam guide Garapan musikalisasi puisi terbaruku. Tentang penggarapan ini akan kutuliskan dengan terpisah.

-

Waktu yang sangat sibuk. Beberapa diiring dengan kesulitan, tapi bisa dilewati dengan banyak bantuan. Selain itu bulan ini aku dikasih rizki 'lebih banyak' dari biasanya dan bisa nyangsangkeun beberapa dari itu kesana-kemari.

Benar belum tentu benar, salah belum tentu salah. Kita hanya 'belum tahu'. Sebisa mungkin, tetaplah berbuat baik. Untuk siapapun.


وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَـٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًۭا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌۭ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

"Do not spread corruption in the land after it has been set in order. And call upon Him with hope and fear. Indeed, Allah’s mercy is always close to the good-doers."
-Al-A'raf :56

"I would have lost heart, unless I had believed that I would see the goodness of God
In the land of the living."
-Psalm 27:13

Senin, 24 Juni 2024

From your window



Senandung Mazmur

Dari luar jendela. Ingatan menyala
Serupa api. Dari lilin kecil dari gereja

Cahaya samar mengantarkan waktu. Serta do'a-do'a
Dari kelelahan yang dituliskan. Dalam bait lagu
Kegelisahan. Sengaja ditujukan bagi para pengelana
Bahwa sekali waktu. Ada yang harus dingat pada masa lalu

2021, Eki Naufal

Juni 17, 2024. Hari raya Qurban. Hari ini selalu menjadi hari yang penuh buatku di kampung. Karena kami para warga hari ini ‘bekerja’ sama-sama bagi-bagi tugas mengurusi qurban. Mungkin ini salah satu hari d imana kampungku terasa lebih ‘komunal’. Sebenarnya kampungku bisa dikatakan tidak besar, tapi sistem sosialnya agak ‘ruwet’. Ini palemburan dengan rasa perumahan. Ditambah lagi entah sejak kapan warga aslinya mulai meninggalkan kampung, lalu imigran-imigran kampung lain malah tinggal di sini.

Sejak mulai ‘dilibatkan’ dalam proses sosial ini, para pemuda di generasiku biasa mengurusi bagian membersihkan kadut. Dan ini harus tempat dengan aliran air yang baik karena kotorannya mesti langsung dialirkan. Kami biasa melakukan ini di saruni Leuwi Tugu. Sabenerna geleuh-geleuh acan ngurusi nu kieu teh, hanya barangkali ini yang menyenangkan karena kami bisa kerja bersama sambil bersenang-senang. Hanya saja semakin sini jumlah pemuda semakin berkurang, karena menikah, bekerja (bahkan di hari raya), dan kesibukan lainnya. Yah.. Tahun ini yang tersisa hanya segini.

Ini bagian paling sulit di kerjaan kami, memindahkan kadut yang terisi ‘penuh’ melalui jalan setapak untuk bisa sampai di saruni.

Kelelahan sisa kerja seharian.

Juni 18, 2024. Sebagai ‘pegawai bebas’ tentu saja aku tidak punya hal yang disebut cuti bersama. Hari ini aku ‘kerja’ yang lain yang biasa kulakukan hampir di setiap akhir semester.


Kebetulan hari ini aku mesti ‘melayani’ tempat Bibi ku bekerja, jadilah kami bertemu.

Sore hari adikku main ke saung. Sekedar gitaran ringan. Dia sedang pulang dari Bandung.


Juni 19, 2024. Rapat verifikasi. Aku tidak begitu senang memiliki kegiatan begini, tapi ini mesti dilakukan untuk perbaikan 'mereka'. Lepas dari apapun, aku tidak pandai dalam urusan pengambil 'keputusan'. Aku ingin semua subyek dalam rapat ini dapat berubah menjadi lebih baik. Meski aku juga tidak baik.

Saat rapat aku disuruh memasukan rambutku ke dalam topi. Katanya 'bisi dipake laporan'. Mereka masih 'takut' punya orang gondrong di sini. Atau, mereka malu ?, Bisa jadi, Haha.

Medium-longhair family.

Magrib, pulang. Sedari dulu kami terbiasa makan malam bersama, sambil mengobrol tentang yang ditemukan-yang terjadi hari itu. Tapi setelah budak garedé hal seperti itu jadi sakasampeurna. Adikku di Bandung, kakak laki-lakiku di Batam, aku lebih banyak tinggal di saung, yah paling kakakku yang paling tua saja yang di rumah.

Nerangkeun Google Drive.


Si Uyang. Bungsu si Ibu.

Juni 20, 2024. Bantu-bantu kerjaan A Rais di Cilenga.



Dan ternyata hari ini Pa Rais ulang tahun, jadilah kami ngabaso hehe.

Juni 21, 2024. Kurencanakan kembali bekerja ‘normal’ hari ini karena kerjaanku masih numpuk banyak. Tapi akhirnya malah diminta bantu-bantu pa Asep. Tiba-tiba harus handel main kecapi, ini sudah lama sekali. Bahkan jari telunjukku tidak pernah kupanjangkan, untungnya masih bisa diakali dengan finger pick-up. Tapi tetep tidak senyaman main pake kuku asli.

Aku selesai sore hari. Tapi sebelum pulang aku berkunjung dulu ke sanggar Harsa. Mereka sedang menggarap property-properti untuk pertunjukan yang rencananya akan dipentaskan bulan akhir bulan juli.

Pulang. Aku memilih membuat mie untuk makan malam. Kalau adikku pulang bahan-bahan masakan jadi jol sok araya.

Juni 22, 2024. Menghadiri seminar pesantren hijau yang jadi salah satu event dalam rangkaian acara pra-haol akbar masayikh Pondok Pesantren Cipasung.

Aku sebenarnya lebih ke curi-curi waktu untuk mengalihkan kelelahan kerjaan ‘normal’ yang kukerjakan sehari sebelumnya. Selain itu aku bisa ketemu guruku Pa Kyai Abdul Chobir.

Pa Sena, Pa Wahyudi dan Diwan Masnawi pada pemaparan materi.

Selesai seminar, aku ketemu teman lamaku Furqon Taufiq di rumahnya Najmi.

Aku bergegas ke perpustakaan, karena mesti bantu Pa Ilham dan Pa Adam sesuai 'janjian' untuk beres-beres menyortir buku-buku dari BAIS yang datang seminggu lalu.

Kami menyortir lebih dari ratusan buku. Pertama, kami memilah buku dengan kategori buku bacaan novel. Dan itu membuat kami terjebak sampai pukul delapan malam karena banyak sekali. Mungkin kami akan melanjutkan ini di hari-hari setelah liburan.

Pulang ke rumah, sedang ada konser kecil si Bapa dan si Iyan.

Ke saung. Memindah-tanamkan sansivera-sansivera hasil minta bantuan Lutfi untuk merampok rumah anggota DPR.

Juni 23, 2024. Kami makan-makan di rumahnya si neng.

Adi-adi araneh.

Sepulangnya aku membereskan tanaman-tanaman botolku di saung. Kupindahkan ke dinding depan supaya lebih rapi.

Petang menjelang haol, Adul mengirimkan pesan, tanaman oleh-oleh pesananku sudah disimpan di depan ruanganku. Terbaik memaaang hehe.

Ba’da magrib, aku ketemu teman-temanku yang datang untuk acara haol Pesantren Cipasung. Aku, Randi dan Ganjar memang biasa hadir bersama. Tahun kemarin aku tidak datang karena aku sedang dalam program beasiswa. Kali ini aku ketemu Azhar juga yang dulu di asrama Bahagia, sudah lama. Semuanya sudah jadi ajengan, kecuali aku yang malawidang hehe.

Randi menelpon anaknya, Kakang. Keur mejeuhna umur baceo. Ini lagi nyanyi lagu Doraemon. Bodor-bodor-na mah asa bangun siga Bapa na engke teh haha. Siga Randi leutik ngan pedah versi bodas kulitna haha. Aku senang melihat ini.. Teman-temanku sudah di langkah hidup yang lain. Beberapa waktu kadang aku juga ingin seperti di posisi mereka, tapi setelah dipikir lagi kadang juga tidak hehe.

Foto alm. Bapa di rumahnya Neng Ani, putrinnya Bapa.

Haol kali ini kami berkumpul di rumah TB. Waidzin, menantunya Bapa. Ini karena Waidin ini temannya Ganjar. Di sana sudah ada beberapa orang juga. Jadi kami bertambah banyak. Barangkali memang tempat ini menawarkan kemewahan dan kenyamanan. Tapi sebenarnnya aku kurang sreg di sini hehe. Tapi ya kita mesti bisa beradaptasi, namanya juga silaturahmi. Biasanya kami kumpul di sekitaran antara asrama Sejahtera dan Bahagia, dan di tempat ini kita lebih bebas bicara dan berekspresi. Selintas, perkumpulan ini agak asing. Padahal usia mereka rata-rata tidak jauh berbeda denganku. Aku merasa mereka lebih tua untukku haha. Mungkin karena aku keseringan maen dengan bocah, atau memang aku yang tidak berkembang soal kehidupan 'normal'.

Ngalongok Bapa. Acara haol begini biasanya aku 'absen' lalu makan di rumahnya.. Sekarang aku jadi asing.. Padahal dulu larsup ke rumah Bapa.. 


Sebagai gantinya, aku ngunjungi rumah Pa Kyai Chobir. Aku sebenarnya jarang sekali berkunjung begini, tapi kebetulan Husni dan Ganjar mengajakku jadilah aku ikut, Tapi alhamdulillah bisa ketemu. Selain alm. Bapa, yang sudah mengenal dan 'memaklumi'-ku ini adalah Pa Kyai Chobir.


Berpisah dengan Randi. Dua tahun kami tidak bertemu. Sejak dulu, aku selalu membiasakan diri untuk berpisah 'dengan benar'. Entahlah, mun teu kitu teh sok tara paruguh. Jadi aku mengantarnya ke depan gerbang sampai bertemu dengan rombongannya dari Bandung untuk kembali pulang bersama-sama.


Ketemu lagi Furqon. Ini jarang sekali terjadi. Karena jika acara haol pesantren begini Furqon biasanya sibuk sekali. Apalagi sekarang Furqon ini adalah 'bagian' dari keluarga Cipasung. 


Zainal Fiqri, ini yang selalu kenan ngirimi aku tanaman-tanaman karena punya greenhouse besar di Lembang-Bandung. Entah sejak kapan dia dipanggil Otong. Saat sekolah dia ini ketua sanggar Gama, aktor progresif pada zamannya. Setelah lulus dari Cipasung dia menyambung keaktorannya di Teater Awal UIN Sunan Gunung Djati-Bandung.

De Lala, cucunya alm. KH. Mansur. Neng Syaima, bungsunya pa KH. Ubed yang dirindukan semua orang. & Cep Thoriq, bungsunya pa KH. Koko. Cep Thoriq ini lead-nya Bajuri-team media Pondok Pesantren Cipasung. Jadi kalau melihat sebaran informasi-informasi, konten-konten media tentang Ponpes Cipasung itu kerjaannya Cep Thoriq dan tim-nya.


Pulang jam dua pagi. Husni dan Ganjar menginap di saung. Obrolan tentang prestige, pencapaian, dan hal materialistik yang kudapatkan malam ini agak sulit masuk di telingaku yang tidak memiliki apa-apa. Dan orang-orang ternyata tidak bisa akrab dengan tiba-tiba. Obrolan yang 'lebih enak' malah terjadi di saung. Bertiga, kami begadang sampai jam empat pagi.

-

Kebanyakan orang-hari ini menghitung sesuatu dari apa yang dimiliki, bukan yang diberikan ataupun dijalani. Di mataku, mereka telah atau mulai kehilangan hidup dalam kehidupannya sendiri.

Akusih tidak mau cara hidup yang membosankan seperti itu.


Dari apa yang kutemukan malam itu, aku berencana membuat 'sesuatu' untuk tempat ini. Meski bukan hal besar, semoga bisa kulakukan.


لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًۭا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًۭا

“Worship none but Allah; be kind to parents, relatives, orphans and the needy; speak kindly to people"

-From Al-Baqarah : 83


"When you talk, do not say harmful things, but say what people need-words that will help others become stronger. Then what you say will do good to those who listen to you."

-Ephesians 4:29